Samarinda (Humas) – Pendidikan
karakter di lingkungan sekolah tidak hanya tumbuh melalui proses pembelajaran
di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan keagamaan yang mengajarkan siswa
untuk memperkuat keimanan, kepedulian, dan rasa syukur dalam kehidupan
sehari-hari.
Nilai tersebut tercermin dalam pelaksanaan Shalat Istisqa’ dan doa bersama yang digelar di SMKN 20 Samarinda, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 1.200 siswa tersebut berlangsung dengan khidmat dan menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan bagi peserta didik.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin
langsung oleh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) SMKN 20 Samarinda, Dodi
Pekalia, M.Pd. Para siswa mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib, menjadikan
kegiatan tersebut sebagai momentum untuk bersama-sama memanjatkan doa serta
memohon pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT.
Kegiatan tersebut turut
menjadi bagian dari Pemantauan Kegiatan Keagamaan oleh Pengawas PAI Tingkat
SMA/SMK Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd.
Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari upaya melihat pelaksanaan pembinaan
keagamaan sekaligus penguatan karakter religius di lingkungan satuan
pendidikan.
Melalui Shalat Istisqa’ dan
doa bersama, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam melaksanakan ibadah
secara berjamaah, tetapi juga diajak memahami makna ikhtiar, doa, rasa syukur,
dan kepedulian terhadap kondisi yang terjadi di lingkungan sekitar.
Kehadiran kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari pembiasaan positif di sekolah. Penguatan nilai-nilai religius melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung menjadi salah satu upaya membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial yang baik. (dna/foto:pp)
