Samarinda (Humas) – Kegiatan
Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) menjadi salah satu wadah bagi peserta didik
untuk belajar membangun kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, serta kepedulian
terhadap lingkungan. Melalui kegiatan yang dikemas di luar pembelajaran kelas,
siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga dilatih untuk
menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut turut terlihat dalam pembukaan kegiatan Perjusa di SMP Negeri 46 Samarinda, Jumat, (2/10/2026) . Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WITA tersebut turut dihadiri Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama Kota Samarinda, Hildayani, S.Pd.I., atas undangan Kepala Sekolah dan Guru PAI SMP Negeri 46 Samarinda.
Kehadiran Pengawas PAI dalam
kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas pembinaan dan
pemantauan terhadap penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di satuan
pendidikan. Selain mengikuti rangkaian pembukaan, kehadiran pengawas juga
menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi bersama pihak
sekolah serta mendukung kegiatan positif yang dapat menunjang pembentukan
karakter peserta didik.
Perjusa diharapkan dapat
menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab,
kemandirian, dan kemampuan bekerja sama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan
upaya penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berlangsung melalui proses
pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sekolah yang
memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.
Melalui sinergi antara sekolah, guru PAI, dan pengawas, berbagai kegiatan pembinaan diharapkan dapat terus berjalan secara positif dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. (dna/foto:pp)
