Samarinda (Humas)— Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok
Pesantren (PD Pontren) menghadiri kegiatan Masa Ta'aruf Santri (MATA SANTRI) di
Pondok Pesantren Al-Mujahidah Nahdlatul Wathan Bantuas dan Pondok Pesantren
Darul Hasaniyyin, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari
rangkaian penyambutan dan pengenalan lingkungan pesantren bagi para santri
baru.
Hadir dalam kegiatan tersebut
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kota Samarinda, Widodo
Santoso, S.E., bersama jajaran staf Seksi PD Pontren. Kehadiran Kemenag
bertujuan memberikan penguatan sekaligus memastikan pelaksanaan MATA SANTRI
berlangsung sesuai dengan prinsip-prinsip pendidikan yang aman, ramah, dan
berorientasi pada pembentukan karakter.
Dalam arahannya, Widodo Santoso
menegaskan bahwa Masa Ta'aruf Santri merupakan tahapan penting dalam proses
adaptasi santri baru terhadap kehidupan di lingkungan pesantren. Melalui
kegiatan ini, para santri dikenalkan dengan budaya pesantren, tata tertib,
nilai-nilai keislaman, serta dibimbing untuk membangun sikap disiplin, tanggung
jawab, dan akhlak mulia.
"MATA SANTRI harus dilaksanakan secara edukatif, humanis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Kegiatan ini bukan sekadar masa pengenalan, tetapi menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter santri yang berakhlakul karimah," tegasnya.
Widodo juga mengingatkan seluruh
pengelola pondok pesantren agar terus mengimplementasikan prinsip Pesantren
Ramah Anak dengan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, serta
menghormati hak-hak setiap santri sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang
tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan yang
sehat dan bebas dari kekerasan.
Pada kesempatan tersebut, Seksi
PD Pontren turut menyampaikan informasi mengenai Buku Saku Ustadz dan Santri
yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan di lingkungan pesantren.
Buku saku tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi ustadz, ustadzah, maupun
santri dalam memahami tata tertib, hak dan kewajiban, nilai-nilai
kepesantrenan, serta langkah-langkah pencegahan terhadap kekerasan dan
perundungan.
Melalui kegiatan MATA SANTRI di
Pondok Pesantren Al-Mujahidah Nahdlatul Wathan Bantuas dan Pondok Pesantren
Darul Hasaniyyin ini, Kementerian Agama Kota Samarinda berharap seluruh pondok
pesantren dapat terus menghadirkan proses pendidikan yang berkualitas, aman,
dan berorientasi pada pembentukan karakter santri yang berintegritas, berakhlak
mulia, serta siap menjadi generasi penerus bangsa. (Rey/foto:PDP)
