Kutai Barat (Humas) –
Penguatan kualitas madrasah membutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas satuan
kerja untuk menghadirkan tata kelola serta pembelajaran yang semakin adaptif
terhadap perkembangan zaman. Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kantor
Kementerian Agama Kota Samarinda dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai
Barat dalam Bimbingan Teknis Transformasi Tata Kelola dan Inovasi Pembelajaran
Madrasah yang berlangsung pada 2–4 September 2026 di Aula Masjid Islamic
Center, Kutai Barat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat bersama Kelompok Kerja Madrasah (KKM) jenjang RA, MI, MTs, dan MA tersebut menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik baik dalam penguatan tata kelola dan inovasi pembelajaran madrasah. Hal ini sejalan dengan tujuan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, kualitas tata kelola, serta inovasi pembelajaran di lingkungan madrasah.
Dalam kolaborasi tersebut,
Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Siti Djulaikah,
S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber dan pendamping. Kehadiran Siti Djulaikah
menjadi bagian dari kontribusi Kemenag Kota Samarinda dalam berbagi penguatan
dan pengalaman kepada para peserta di Kabupaten Kutai Barat, khususnya dalam
mendukung transformasi tata kelola dan pembelajaran madrasah.
Materi yang diberikan mencakup
Implementasi Integrasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),
serta penguatan penyusunan berbagai dokumen dan program madrasah, mulai dari
Kurikulum Madrasah (KM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja dan
Anggaran Madrasah (RKAM), program kerja wakil kepala madrasah (waka), hingga
modul ajar.
Tidak hanya pada aspek tata
kelola, kolaborasi tersebut juga mendorong penguatan inovasi pembelajaran
melalui pemanfaatan teknologi. Peserta mendapatkan materi mengenai media
pembelajaran interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai salah
satu upaya memperkenalkan pemanfaatan teknologi secara kreatif dan relevan
dalam proses pembelajaran di madrasah.
Melalui kegiatan ini, sinergi
antara Kemenag Kota Samarinda dan Kemenag Kabupaten Kutai Barat tidak hanya
menjadi wadah peningkatan kompetensi, tetapi juga memperkuat semangat berbagi
praktik baik dalam pengembangan madrasah. Penguatan pembelajaran mendalam,
Kurikulum Berbasis Cinta, tata kelola dokumen madrasah, serta pemanfaatan AI
diharapkan dapat diterapkan secara nyata untuk menciptakan pembelajaran yang
lebih bermakna, inovatif, dan adaptif.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong transformasi madrasah yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat jejaring antarsatuan kerja Kementerian Agama dalam menghadirkan pendidikan madrasah yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masa kini. (dna/foto:pp)
