Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Sekjen
  • 2026-06-16 11:36:34
  • 139

Samarinda (Humas) - Dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah serta mempersiapkan pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MTs Darussalam International Boarding School (IBS) Samarinda menggelar kegiatan Workshop Review Dokumen 1 dan Dokumen 2 serta Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan kurikulum madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (15/6), bertempat di MTs Darussalam International Boarding School Samarinda.



Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penjaminan mutu pendidikan madrasah. Review dokumen kurikulum dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat pendidikan yang akan digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027 telah sesuai dengan regulasi yang berlaku, kebutuhan peserta didik, serta arah pengembangan pendidikan madrasah yang terus berkembang dan dinamis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., Pengawas Madrasah Kota Samarinda Imran, M.Pd., Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam H. Arnani, S.Ag., M.Pd., narasumber Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. selaku Wakil Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Kepala MTs Darussalam IBS Suharmoko, M.Pd., serta seluruh guru dan tenaga kependidikan MTs Darussalam International Boarding School Samarinda.

Kepala MTs Darussalam IBS, Suharmoko, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop dan review dokumen ini merupakan agenda strategis yang rutin dilaksanakan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Menurutnya, kesiapan perangkat pembelajaran dan dokumen kurikulum menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pendidikan di madrasah.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh dokumen madrasah, mulai dari perencanaan program, kurikulum, hingga perangkat pembelajaran telah disusun secara sistematis dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana peningkatan kompetensi guru dalam memahami arah kebijakan pendidikan madrasah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam, H. Arnani, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, guru, dan tenaga kependidikan yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mempersiapkan pelaksanaan tahun ajaran baru. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh semangat dan dedikasi para pendidiknya.

Menurutnya, konsep pendidikan yang dikembangkan di lingkungan Darussalam harus berlandaskan pada nilai-nilai cinta, kepedulian, dan keteladanan sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

"Transfer ilmu di madrasah ini harus berbasis cinta. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh, mencurahkan seluruh ide, gagasan, dan pemikirannya demi kemajuan madrasah," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya review dokumen madrasah sebagai pedoman dan arah dalam penyelenggaraan pendidikan.

Beliau menjelaskan bahwa dunia pendidikan merupakan sektor yang sangat dinamis dan terus mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, madrasah harus selalu melakukan evaluasi dan pembaruan terhadap dokumen-dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan.

"Review dokumen ini bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh program pendidikan berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dokumen inilah yang menjadi petunjuk dan pakem kita dalam menjalankan proses pendidikan di madrasah," tegasnya.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh pendidik untuk tidak takut menetapkan target dan cita-cita yang tinggi dalam pengembangan pendidikan. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan inovasi, kreativitas, dan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

"Jangan pernah takut untuk menentukan target yang tinggi dalam dunia pendidikan. Tantangan yang kita hadapi saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Karena itu, guru harus terus belajar dan berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era yang terus berubah," katanya.

Dalam arahannya, Kepala Kantor juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, guru dituntut untuk mampu mengenali karakter, bakat, dan minat peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal.

"Tidak ada siswa yang bodoh. Allah SWT telah memberikan karunia yang berbeda kepada setiap anak. Ada yang unggul di bidang akademik, seni, olahraga, kepemimpinan, maupun bidang lainnya. Tugas guru adalah menemukan dan mengembangkan potensi tersebut sehingga setiap anak dapat tumbuh menjadi pribadi terbaik sesuai bakat yang dimilikinya," ujarnya.

Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. menyampaikan materi mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengembangan pendidikan madrasah. Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan upaya menghadirkan pendidikan yang lebih humanis dengan menempatkan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, pendidikan yang berlandaskan cinta akan melahirkan suasana belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari aspek intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga melakukan pembahasan dan review terhadap Dokumen 1 dan Dokumen 2 madrasah yang meliputi visi, misi, tujuan madrasah, struktur kurikulum, kalender pendidikan, program pembelajaran, hingga berbagai perangkat pendukung lainnya yang akan digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, diharapkan seluruh dokumen yang disusun dapat memenuhi standar mutu pendidikan madrasah serta mampu menjadi acuan dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.

Kegiatan workshop dan monev ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para guru dan tenaga kependidikan aktif berdiskusi, memberikan masukan, serta menyusun berbagai strategi pembelajaran yang akan diterapkan pada tahun ajaran mendatang.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MTs Darussalam International Boarding School Samarinda menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Diharapkan seluruh hasil review dan rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi landasan dalam menciptakan madrasah yang unggul, berprestasi, berkarakter, serta mampu melahirkan generasi yang cerdas, moderat, dan berakhlakul karimah. (rey/dna)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30