Samarinda (Humas) - Dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah serta mempersiapkan pelaksanaan Tahun Ajaran Baru 2026/2027, MTs Darussalam International Boarding School (IBS) Samarinda menggelar kegiatan Workshop Review Dokumen 1 dan Dokumen 2 serta Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan kurikulum madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (15/6), bertempat di MTs Darussalam International Boarding School Samarinda.
Kegiatan ini menjadi bagian
penting dalam proses penjaminan mutu pendidikan madrasah. Review dokumen
kurikulum dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat pendidikan yang akan
digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027 telah sesuai dengan regulasi yang berlaku,
kebutuhan peserta didik, serta arah pengembangan pendidikan madrasah yang terus
berkembang dan dinamis.
Hadir dalam kegiatan tersebut
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., Pengawas
Madrasah Kota Samarinda Imran, M.Pd., Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam H.
Arnani, S.Ag., M.Pd., narasumber Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. selaku Wakil
Rektor UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Kepala MTs Darussalam
IBS Suharmoko, M.Pd., serta seluruh guru dan tenaga kependidikan MTs Darussalam
International Boarding School Samarinda.
Kepala MTs Darussalam IBS,
Suharmoko, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan workshop dan
review dokumen ini merupakan agenda strategis yang rutin dilaksanakan menjelang
dimulainya tahun ajaran baru. Menurutnya, kesiapan perangkat pembelajaran dan
dokumen kurikulum menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan
proses pendidikan di madrasah.
"Kegiatan ini bertujuan
untuk memastikan bahwa seluruh dokumen madrasah, mulai dari perencanaan
program, kurikulum, hingga perangkat pembelajaran telah disusun secara
sistematis dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, kegiatan ini
juga menjadi sarana peningkatan kompetensi guru dalam memahami arah kebijakan
pendidikan madrasah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan
Masjid Raya Darussalam, H. Arnani, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan
apresiasi kepada seluruh panitia, guru, dan tenaga kependidikan yang telah
menunjukkan komitmen tinggi dalam mempersiapkan pelaksanaan tahun ajaran baru.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya ditentukan oleh
sarana dan prasarana, tetapi juga oleh semangat dan dedikasi para pendidiknya.
Menurutnya, konsep pendidikan
yang dikembangkan di lingkungan Darussalam harus berlandaskan pada nilai-nilai
cinta, kepedulian, dan keteladanan sehingga mampu melahirkan generasi yang
tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
"Transfer ilmu di madrasah
ini harus berbasis cinta. Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga mendidik,
membimbing, dan menjadi teladan bagi peserta didik. Oleh karena itu, saya
berharap seluruh peserta dapat mengikuti workshop ini dengan sungguh-sungguh,
mencurahkan seluruh ide, gagasan, dan pemikirannya demi kemajuan
madrasah," ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala
Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H., memberikan
arahan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, beliau
menekankan pentingnya review dokumen madrasah sebagai pedoman dan arah dalam
penyelenggaraan pendidikan.
Beliau menjelaskan bahwa dunia
pendidikan merupakan sektor yang sangat dinamis dan terus mengalami perubahan
seiring perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena
itu, madrasah harus selalu melakukan evaluasi dan pembaruan terhadap
dokumen-dokumen yang menjadi dasar pelaksanaan pendidikan.
"Review dokumen ini bukan
sekadar kegiatan administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk
memastikan bahwa seluruh program pendidikan berjalan sesuai tujuan yang telah
ditetapkan. Dokumen inilah yang menjadi petunjuk dan pakem kita dalam menjalankan
proses pendidikan di madrasah," tegasnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak
seluruh pendidik untuk tidak takut menetapkan target dan cita-cita yang tinggi
dalam pengembangan pendidikan. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini
semakin kompleks sehingga diperlukan inovasi, kreativitas, dan komitmen bersama
dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
"Jangan pernah takut untuk
menentukan target yang tinggi dalam dunia pendidikan. Tantangan yang kita
hadapi saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Karena itu, guru
harus terus belajar dan berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan peserta didik
di era yang terus berubah," katanya.
Dalam arahannya, Kepala Kantor
juga menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan keunggulan yang
berbeda-beda. Oleh sebab itu, guru dituntut untuk mampu mengenali karakter,
bakat, dan minat peserta didik sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung
secara optimal.
"Tidak ada siswa yang bodoh.
Allah SWT telah memberikan karunia yang berbeda kepada setiap anak. Ada yang
unggul di bidang akademik, seni, olahraga, kepemimpinan, maupun bidang lainnya.
Tugas guru adalah menemukan dan mengembangkan potensi tersebut sehingga setiap
anak dapat tumbuh menjadi pribadi terbaik sesuai bakat yang dimilikinya,"
ujarnya.
Sebagai narasumber utama, Prof.
Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. menyampaikan materi mengenai implementasi Kurikulum
Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini menjadi salah satu pendekatan penting dalam
pengembangan pendidikan madrasah. Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta
merupakan upaya menghadirkan pendidikan yang lebih humanis dengan menempatkan
nilai kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan pembentukan
karakter sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, pendidikan yang
berlandaskan cinta akan melahirkan suasana belajar yang nyaman, aman, dan
menyenangkan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dari
aspek intelektual, emosional, sosial, maupun spiritual.
Selama kegiatan berlangsung, para
peserta juga melakukan pembahasan dan review terhadap Dokumen 1 dan Dokumen 2
madrasah yang meliputi visi, misi, tujuan madrasah, struktur kurikulum,
kalender pendidikan, program pembelajaran, hingga berbagai perangkat pendukung
lainnya yang akan digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Melalui kegiatan monitoring dan
evaluasi ini, diharapkan seluruh dokumen yang disusun dapat memenuhi standar
mutu pendidikan madrasah serta mampu menjadi acuan dalam mewujudkan proses
pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan
karakter peserta didik.
Kegiatan workshop dan monev ini
berlangsung dengan penuh antusiasme. Para guru dan tenaga kependidikan aktif
berdiskusi, memberikan masukan, serta menyusun berbagai strategi pembelajaran
yang akan diterapkan pada tahun ajaran mendatang.
Dengan terselenggaranya kegiatan
ini, MTs Darussalam International Boarding School Samarinda menunjukkan
komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat
implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Diharapkan seluruh hasil review dan
rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi landasan dalam menciptakan madrasah
yang unggul, berprestasi, berkarakter, serta mampu melahirkan generasi yang
cerdas, moderat, dan berakhlakul karimah. (rey/dna)
