Samarinda (Humas) - Penguatan
kepemimpinan madrasah menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong
peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan potensi peserta didik. Hal
tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H.
Nasrun, M.H., saat menghadiri Pelantikan Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Normal Islam Samarinda beserta Wakil Kepala Madrasah dan jajaran staf, Senin
(28/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Kalimantan Timur, Jalan KH. Ahmad Dahlan No. 02 Samarinda, tersebut menjadi momentum penguatan kepengurusan sekaligus awal semangat baru dalam meningkatkan kualitas pengelolaan madrasah. Agenda pelantikan Kepala MTs Normal Islam Samarinda beserta Wakil Kepala Madrasah tersebut dilaksanakan berdasarkan undangan Yayasan Pendidikan Islam Kalimantan Timur. Kegiatan turut dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Islam Kalimantan Timur, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Samarinda Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd., serta staf dan pengurus Yayasan Pendidikan Islam Kalimantan Timur.
Dalam sambutannya, Nasrun
menyampaikan harapan agar perubahan kepengurusan dapat membawa MTs Normal Islam
Samarinda semakin maju dan berkembang. Ia menekankan pentingnya menciptakan
lingkungan madrasah yang bersih, rapi, dan nyaman sebagai bagian dari upaya
mendukung proses pendidikan.
Menurutnya, kemajuan madrasah
juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Madrasah tidak dapat bekerja
sendiri, sehingga keterlibatan stakeholder perlu terus dibangun, baik dengan
instansi pemerintah maupun pihak lainnya yang dapat memberikan dukungan
terhadap pengembangan madrasah.
“Madrasah tidak bisa bekerja
sendiri. Kita bisa melibatkan stakeholder yang lain, mungkin bekerja sama
dengan Dinas Kesehatan, kepolisian, atau dengan siapa pun yang penting bisa
membangun,” ujarnya.
Selain itu, Nasrun menyoroti
pentingnya pengembangan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses
pendidikan di madrasah. Menurutnya, kegiatan tersebut perlu berjalan dengan
baik agar dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat,
keterampilan, sekaligus membentuk karakter.
Ia menegaskan bahwa salah satu
ciri khas madrasah terletak pada penguatan karakter yang berlandaskan
nilai-nilai Islam. Karena itu, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya
diajarkan, tetapi terus dikembangkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari
di lingkungan madrasah.
“Ciri madrasah adalah
penguatan karakter. Nilai-nilai yang ada di Islam itu menjadi nilai kita, maka
terus kembangkan itu. Nilai integritas, nilai kejujuran, nilai kepedulian,
nilai gotong royong, termasuk ketaatan setiap siswa,” tuturnya.
Penguatan karakter tersebut,
lanjut Nasrun, menjadi bagian penting dalam membentuk peserta didik yang tidak
hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki sikap dan nilai yang
baik. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan MTs Normal
Islam Samarinda dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan ke depan.
Di sisi lain, Nasrun berharap
MTs Normal Islam Samarinda dapat terus berkembang dan mampu menghadirkan
berbagai prestasi. Ia mengajak seluruh jajaran madrasah untuk menjadikan
pergantian kepengurusan sebagai momentum untuk bekerja bersama, memperkuat kolaborasi,
serta memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan madrasah.
“Sekali lagi kita buktikan di
masa pimpinan Bapak Ibu ini MTs bisa berkembang pesat. Terus semangat, mari
kita kembangkan madrasah ini,” pesannya.
Menutup sambutannya, Nasrun
menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kepengurusan yang telah dilantik. Ia
berharap amanah baru tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan
semangat bersama untuk membawa MTs Normal Islam Samarinda semakin maju serta
mampu melahirkan generasi yang berkarakter dan berprestasi.
“Selamat kepada kepengurusan
yang sudah dilantik. Semoga amanah dan dapat bersama-sama membawa madrasah ini
semakin maju dan berkembang,” ujarnya. (dna)
