Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog

Samarinda (Humas) – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Tahun Pelajaran 2026/2027, MTs Darul Muta’allimin Samarinda menggelar kegiatan Workshop Review Dokumen 1 dan 2, Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Smart Learning and Creative Classroom (SLCC) Tahun 2026 pada Kamis (04/06). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan MTs Darul Muta’allimin Samarinda ini diikuti oleh sebanyak 20 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan madrasah, guru, dan tenaga kependidikan.



Kegiatan tersebut menghadirkan Pengawas Manajerial Kementerian Agama Kota Samarinda, Imran, M.Pd., yang memberikan pendampingan dan penguatan terkait tata kelola madrasah, serta Muhammad Yahya, M.Kom. sebagai narasumber Bimtek SLCC yang menyampaikan materi tentang transformasi digital dalam dunia pendidikan.

Workshop ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh persiapan akademik dan administrasi madrasah menjelang tahun ajaran baru dapat berjalan dengan baik, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, pihak madrasah melakukan peninjauan kembali terhadap berbagai dokumen penting yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan, khususnya Dokumen 1 dan Dokumen 2 yang memuat berbagai aspek perencanaan, pengelolaan, dan pelaksanaan pembelajaran di madrasah.

Dalam arahannya, Imran, M.Pd. menekankan bahwa kelengkapan dan kualitas dokumen madrasah merupakan salah satu indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang baik. Oleh karena itu, review terhadap Dokumen 1 dan Dokumen 2 perlu dilakukan secara berkala agar seluruh program dan kegiatan madrasah dapat berjalan sesuai visi, misi, tujuan, serta kebutuhan peserta didik.

“Dokumen madrasah bukan hanya menjadi arsip administrasi, tetapi merupakan pedoman utama dalam pelaksanaan pendidikan. Melalui review ini diharapkan seluruh perangkat pembelajaran, program kerja, serta perencanaan madrasah dapat disusun secara lebih komprehensif dan sesuai dengan perkembangan kebijakan pendidikan saat ini,” ujarnya.

Selain melakukan review dokumen, kegiatan juga difokuskan pada penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam membangun budaya pendidikan yang humanis dan berkarakter. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep, strategi, serta langkah-langkah implementasi KBC di lingkungan madrasah.

Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang berlandaskan nilai kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, toleransi, kepedulian sosial, serta penguatan akhlak mulia. Melalui pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik yang berintegritas dan berkepribadian luhur.

Suasana workshop berlangsung interaktif dengan adanya diskusi dan sesi tanya jawab terkait implementasi KBC dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Para peserta turut berbagi pengalaman serta tantangan yang dihadapi dalam menerapkan nilai-nilai cinta dan moderasi dalam lingkungan pendidikan.

Pada sesi berikutnya, peserta mengikuti Bimbingan Teknis Smart Learning and Creative Classroom (SLCC) PGRI Tahun 2026 yang disampaikan oleh Muhammad Yahya, M.Kom. Kegiatan ini merupakan bagian dari program SLCC PGRI Go To School Edisi Spesial Hardiknas 2026 yang mengusung tema “Transformasi Digital Pendidikan untuk Indonesia Maju.”

Dalam pemaparannya, Muhammad Yahya menjelaskan pentingnya peningkatan kompetensi digital guru dalam menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Guru dituntut tidak hanya mampu memanfaatkan perangkat teknologi sebagai media pembelajaran, tetapi juga dapat mengintegrasikan berbagai platform digital dan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) secara bijak untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif dan inovatif.

Peserta mendapatkan berbagai materi praktis mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran interaktif, serta penggunaan aplikasi berbasis AI yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Melalui bimtek ini, diharapkan guru mampu beradaptasi dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 sekaligus meningkatkan kreativitas dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.

Kepala MTs Darul Muta’allimin menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh Pengawas Manajerial Kementerian Agama Kota Samarinda serta dukungan dari narasumber yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada seluruh peserta. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah untuk terus melakukan perbaikan dan inovasi dalam pengelolaan pendidikan.

Melalui workshop dan bimtek yang dilaksanakan secara terpadu ini, MTs Darul Muta’allimin Samarinda berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan, memperkuat implementasi kurikulum, serta mengembangkan kompetensi guru dalam menghadapi era transformasi digital. Dengan kesiapan dokumen yang matang, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang optimal, serta penguasaan teknologi pembelajaran yang semakin baik, madrasah optimis dapat menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas dan mampu mencetak generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30