Samarinda (Humas) — Kementerian Agama Kota Samarinda melalui kegiatan monitoring terus memastikan pelaksanaan Ujian Madrasah Berbasis Komputer (UMBK) berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan. Salah satu monitoring dilaksanakan di MAS DDI Tani Aman Loa Janan pada Senin, (13/4), dengan suasana yang tertib dan kondusif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan sekaligus pembinaan terhadap pelaksanaan ujian di madrasah, agar seluruh proses berjalan sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Monitoring juga bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, sistem pelaksanaan, serta kesiapan peserta didik dalam mengikuti ujian berbasis komputer.
UMBK sendiri dilaksanakan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi di bidang pendidikan. Melalui sistem berbasis komputer, pelaksanaan ujian diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien, baik dari segi waktu, pengolahan hasil, maupun keamanan data. Selain itu, sistem ini juga mampu meminimalisir potensi kesalahan manusia serta meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan ujian.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Manajerial Madrasah, Hevvi Mahfudiansyah, S.Pd, yang secara langsung melakukan pemantauan terhadap jalannya ujian. Turut hadir Kepala MAS DDI Tani Aman, H. Syahruddin, Lc., M.Pd., dua orang pengawas ruangan, serta didukung oleh lima orang guru dan tenaga tata usaha yang berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan.
Sebanyak 36 siswa kelas XII MAS DDI Tani Aman mengikuti ujian dengan penuh keseriusan dan kedisiplinan. Para peserta tampak telah terbiasa menggunakan perangkat komputer, sehingga pelaksanaan ujian berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Hal ini menunjukkan kesiapan madrasah dalam mengimplementasikan sistem ujian berbasis digital.
Dalam konteks yang lebih luas, UMBK atau yang kini dikenal sebagai Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) merupakan instrumen penting yang digunakan pemerintah untuk mengevaluasi mutu pendidikan. Hasil dari asesmen ini nantinya menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pembelajaran, baik dari sisi kompetensi peserta didik, kinerja pendidik, maupun pengelolaan satuan pendidikan.
Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pelaksanaan UMBK tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di madrasah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pihak madrasah untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di era digital.
Dengan komitmen bersama antara pengawas, kepala madrasah, guru, serta seluruh peserta didik, diharapkan MAS DDI Tani Aman Loa Janan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan serta menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan di masa depan. (ar)
